Peranan Kaum Peranakan Tionghoa Indonesia di Jazz
Posted on: 01/30/2014, by : Kurator Arsip
Share on Facebook1.1kTweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Reddit0Email this to someone

 

KABAR TERBARU: karya tulis ini akan diterbitkan sebagai bagian dari 3-volume buku oleh Yayasan Nabil. Akan terbit bulan Agustus 2015 dalam rangka menyambut 70 tahun kemerdekaan Indonesia.

Siapakah Gouw Pak Hong? Siapakah Max Lim? Siapakah Tan Tek Young?

Arsip Jazz Indonesia dan Yayasan Nabil melakukan kerjasama dengan menurutsertakan sebuah karya tulis dalam sebuah proyek buku. Akar proyek ini muncul setelah kepala Yayasan Nabil, Drs. Eddie Lembong, menelurkan ide tentang sebuah buku yang akan berisi tulisan- tulisan karya berbagai peneliti di sepenjuru dunia. Tulisan-tulisan tersebut mencakupi berbagai peranan kaum keturunan peranakan Tionghoa di Indonesia dalam berbagai bidang (antara lain musik, sastra, lukisan, tarian, batik, mode, militer, agama, dan lain-lain.)

Melalui para editor, Prof. Leo Suryadinata dan Didi Kwartanada, Yayasan Nabil menghubungi Alfred D. Ticoalu dan meminta secara resmi dituliskannya sebuah karya yang membahas peranan kaum peranakan Tionghoa Indonesia secara khusus di dunia musik jazz. Berbagai tokoh pemusik jazz keturunan peranakan Tionghoa Indonesia dari awal abad ke-20 sampai abad ke-21 diulas secara menyeluruh dalam tulisan tersebut. Saat ini tulisan tersebut telah selesai dibuat dan bersama berbagai foto telah beralih tangan ke Yayasan Nabil.

Pada saat ini buku tersebut sedang dalam proses penyuntingan dan penyusunan oleh Yayasan Nabil. Buku tersebut direncanakan terbit awal tahun 2015. (ADT)

Tulisan Terkait:

Harry Lim: Pelopor Sejati Jazz
di Indonesia dan Dunia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »