Arsip Jazz Indonesia: Mengumpulkan Apapun Soal Jazz Tanah Air (MetroTVNews)
Posted on: 10/30/2015, by : Kurator Arsip
Share on Facebook1.1kTweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Pin on Pinterest0Share on Reddit0Email this to someone

 

Pada tanggal 15 Oktober, 2015, para pelaksana Arsip jazz Indonesia diwawancarai MetroTvNews. Berikut petikannya.

Artikel aslinya dapat ditemukan di situs MetroTVNews.com.

Metrotvnews.com, Jakarta: Tanpa dikomando, kepedulian publik terhadap arsip musik Indonesia tumbuh. Bukan hanya di tahap wacana, tapi publik benar-benar bertindak. Selain Irama Nusantara, lembaga pengarsipan musik Indonesia yang tumbuh dari masyarakat adalah Arsip Jazz Indonesia.

Arsip Jazz Indonesia fokus mengarsipkan dokumentasi, baik dalam wujud literatur ataupun rilisan musik, selama itu masih berkaitan dengan musik jazz Indonesia.

Adalah Alfred D. Ticoalu dan Roullandi N. Siregar, dua orang yang berada di balik Arsip Jazz Indonesia. Menariknya, keduanya beda domisili. Alfred tinggal di Amerika Serikat, sementara Roullandi tinggak di Bogor. Perbedaan tempat tinggal nyatanya tidak menghalangi mereka untuk melakukan sesuatu untuk musik Indonesia.

“Intinya kami coba kumpulkan materi apapun yang berhubungan dengan jazz di Indonesia, dari rekaman, artikel, foto, wawancara dan lain-lain. Kami fokus (era jazz di Indonesia) secara keseluruhan. Kami mengumpulkan data dari awal (jazz di Indonesia), sejak 1900  sampai sekarang,” kata Alfred, dalam perbincangan melalui BlackBerry Messenger, kepada Metrotvnews.com.

Arsip Jazz Indonesia mirip perpustakaan tertutup. Mereka saat ini belum memiliki kantor secara fisik. Sehingga, bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi arsip, harus menghubungi terlebih dahulu, lewat kontak yang terterta di www.ArsipJazzIndonesia.com.

“Digitalisasi kami lakukan, tapi tidak kami pasang (tampilkan) umum. Intinya lebih menuju kepada kualitas suara materinya. Kami sadar bahwa materi rekaman itu semua ada hak ciptanya. Tidak etis kami pasang umum. Kami tidak mau menciptakan keadaan yang tidak mengenakkan bagi berbagai pihak.”

Data-data itu terdiri dari berbagai fotokopi artikel-artikel koran dan majalah yang ada hubungannya dengan jazz, kesaksian oral dari tokoh-tokoh, dan berbagai hal lain.

Secara terbuka, Arsip Jazz Indonesia juga menerima partisipasi dari umum yang ingin membagikan informasi atau bentuk dokumentasi seputar musik jazz Indonesia.

“Kami mengajak rekan-rekan yang peduli AJI (Arsip Jazz Indonesia), dengan senang hati kami menerima (jika ada yang ingin membantu). Kami juga membuka diri dan mengharapkan hal itu,” ujar Roullandi.

Roullandi juga menceritakan bahwa ada musisi-musisi jazz yang berkarier dan sukses di luar negeri. Hal itu selama ini tidak diketahui publik. Arsip Jazz Indonesia juga mendokumentasikan peristiwa musik seperti itu, yang nantinya bisa diketahui publik.

“Saat ini kami sedang usaha cari tempat. Tetapi, kami kembali ke masalah klasik, dana. Dana yang ada fokusnya untuk pengembangan arsip sendiri. Kami belum siap membuka tempat untuk umum.  Semoga di masa depan cepat bisa terwujud,” papar Alfred.

Arsip Jazz Indonesia mulai digagas sejak tahun 1995. Lalu pada awal dekade 2000-an, mereka mulai fokus mengumpulkan dokumentasi-dokumentasi musik jazz Indonesia. Baru pada 2010, Arsip Jazz Indonesia secara resmi dibentuk. (FIT)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »